Let the summer begin!

Bisakah kita sebut dengan hadirnya film hasil adaptasi komik Marvel, The Avengers, maka perseteruan film-film mega-blockbuster di tahun 2012 pun dimulai? Sepertinya begitu. Dan film besutan Joss Whedon ini memang memenuhi syarat film musim panas yang meriah. Adegan laga yang seru, ledakan disana-sini dan larger-than-life plot. Tujuan semula jadinya adalah untuk memberikan hiburan ringan yang enjoyable bagi penontonnya untuk dapat bersenang-senang bersama filmnya.

Read More

Setelah Tebus (2011), tampaknya Muhammad Yusuf semakin mantap saja untuk memilih thriller-suspense sebagai subgenre film yang dikerjakannya. Kali ini ia membawakan The Witness, yang masih bergelut dengan genre yang sama. Istimewanya, film ini merupakan produksi kerjasama antara Indonesia dengan Filipina dengan menghadirkan seorang aktris pinoy bernama Gwen Zamora sebagai pemeran utama, yang didukung oleh barisan nama lokal yang cukup ternama.

Read More

Akhirnya kota Medan memiliki bioskop dengan embel-embel XXI. Yep, mulai hari ini, tepatnya Jumat, tanggal 27 April, HERMES XXI mulai beroperasi. Sinepleks ini berlokasi di Hermes Place Polonia, sebuah mall baru yang bahkan belum beroperasi penuh. Kehadiran HERMES XXI mungkin sudah dinanti-nantikan oleh sebagian besar moviegoer di kota Medan, termasuk saya, sehingga berkeinginan untuk menjajal konsep apa yang ditawarkan oleh bioskop yang kabarnya mengejar pasar menengah-keatas ini.

Read More

Mari kita bersorak, meringis dan berseru dalam laju kencang arus adrenalin yang disetir oleh Gareth Evans dalam The Raid atau Serbuan Maut. Sebuah film aksi-laga yang telah lama dinanti-nantikan, sebagai follow-up dari Merantau (2009), yang menjulangkan nama Gareth yang asli Wales dan bintangnya, Iko Uwais yang asli Indonesia dan memperkenalkan silat kepada khalayak dunia sebagai salah satu olah kanuragan yang tak kalah dibandingkan cabang bela diri lainnya. Merantau mungkin tidak membuat gaung nyaring yang menyebabkan orang  kemudian berbondong-bondong untuk menyaksikannya, namun jelas untuk kalangan tertentu film ini bersama sutradara dan bintangnya, Evans dan Uwais, mendapat tempat tersendiri.

Read More

I’d imagine the whole world was one big machine. Machines never come with any extra parts, you know. They always come with the exact amount they need. So I figured, if the entire world was one big machine, I couldn’t be an extra part. I had to be here for some reason.” (Hugo Cabret)

Bagi yang mengaku sebagai penggemar film, akan selalu ada kenangan tersendiri dengan pengalamannya terhadap film, terutama saat pertama kali ia bersentuhan dengan media gambar bergerak tersebut. Bagi Hugo Cabret (Asa Butterfield), ayahnya-lah (Jude Law) yang memperkenalkan dirinya dengan film. Sayang, sang ayah telah tiada dan kini Hugo terkatung-katung di sebuah stasiun kereta api di kota Paris yang bernama Gare Montparnasse, menemani pamannya Claude (Ray Winstone) yang pemabukan dan bertugas sebagai mekanik jam di stasiun tersebut. Hugo terobsesi dengan peninggalan ayahnya, sebuah otomaton rusak yang tampaknya sulit untuk diperbaiki. Namun, pertemuannya dengan seorang pria tua bernama Georges Méliès (Ben Kingsley) mungkin akan membantu dirinya.

Read More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 482 other followers