
Keuntungan menonton sebuah film dengan konsep omnibus adalah kesempatan untuk menyaksikan sejumlah kisah yang dibungkus dalam satu paket. Omnibus juga dapat menjadi sarana bagi beberapa sutradara pemula untuk dapat memperkenalkan karyanya ke publik karena selain dapat lebih fokus menggarap filmnya yang hadir dalam narasi yang relatif lebih pendek juga tidak harus terbebani sendiri dengan sejumlah prosedur rumit dalam membuat film panjang. Dan tampaknya akhir-akhir ini proyek omnibus laris manis diterapkan oleh para sineas kita, sebut saja Takut, Jakarta Magrib atau FISFIC 6 Vol. 1 sebagai contohnya. Menyusul kini ada Dilema yang merupakan proyek keroyokan empat sutradara muda dalam usia dan karya, Adilla Dimitri, Robert Ronny, Robby Ertanto Soediskam, dan Rinaldy Puspoyo. Dimitri dan Ronny memulai debut mereka melalui Dilema, sedang Soediskam pernah ikut proyek Takut dan 7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita dan Puspoyo berpengalaman dalam mengerjakan film 6:30.




