Malaikat Tanpa Sayap

Seingat saya melodrama Indonesia umumnya tak pernah lepas dari haru-biru romansa yang berbau dengan kematian. Kematian yang selalu berperan untuk menggerakkan arus emosi di dalam pergerakan alurnya. Kematian yang seolah-olah menjadi alat untuk memancing rasa haru dan kasihan kepada karakter-karakternya. Dan Malaikat Tanpa Sayap (MTS) sebuah film yang rilis di awal 2012 masih menggangap formula klise tersebut ampuh dalam menjadi agenda berceritanya. Kisah sepasang muda-mudi yang kekuatan cintanya harus diuji dengan maut yang membayangi karena, tiada lain tiada bukan, sebuah penyakit mematikan. Namun sebaiknya tidak usah buru-buru mendiskreditkan film ini, karena ternyata ia masih menyimpan kekuatan lain untuk menarik perhatian kita.

Read More

Jika sepuluh tahun yang lalu jaringan sosial media bernama Twitter sudah eksis, mungkin  linimasa saya akan dipenuhi dengan berbagai komentar tak berkesudahan tentang film Indonesia terbaru yang berjudul Ada Apa Dengan Cinta? (AADC?). Namun, pada saat itu tidak perlu Twitter untuk mengabarkan dengan cepat betapa bagusnya film ini dan keharusan untuk menontonnya di bioskop. Layaknya wabah virus yang menyerang dengan kecepatan tinggi di film-film bertema zombie, kabar tersebut menyebar dengan cepat dan tidak heran gerombolan orang pun berbondong-bondong memenuhi bioskop.

Read More

Selama satu dekade terakhir, nama Kiefer Sutherland rasanya tidak bisa lepas dari karakter agen CTU, Jack Bauer ,  yang diperankannya dalam 192 episode di delapan musim penayangan serial aksi, 24. Oleh karenanya, saat Sutherland memutuskan untuk membintangi serial baru, bayang-bayang Bauer mau tidak mau mengikuti. Pertanyaan-pertanyaan semacam, “apakah dia akan kembali menjadi seorang agen tangguh?” atau “apakah serial barunya juga akan seseru 24?” pun menjadi sulit untuk dihindarkan. Jelang hampir dua tahun setelah musim terakhir 24, Sutherland akhirnya kembali ke serial televisi. Kali ini ia akan menjadi sentra utama dalam sebuah drama-supernatural berjudul Touch, kreasi Tim Kring (Heroes).

Read More

Menonton festival film di kota Medan tercinta yang saya diami ini adalah kesempatan langka, mengingat tidak banyak terdapat ajang sejenis disini. Bagi seorang penikmat film seperti saya, menyaksikan berbagai jenis film dari negara-negara yang berbeda itu sungguh merupakan anugerah yang tak terperi (sedikit lebay memang haha), oleh karenanya saya sangat gembira dengan berlangsungnya German Cinema Festival 2012 yang diadakan oleh Goethe Institut. Medan merupakan salah satu dari 5 kota di Indonesia yang berkesempatan dikunjungi oleh festival ini.

Read More

Mary Pickford (1892-1979), salah satu aktris kenamaan di era film bisu, pernah meremehkan keberadaan film berbicara (talkies) yang mulai dipilih oleh banyak studio saat itu. “Adding sound to movies would be like putting lipstick on the Venus de Milo,” demikian cemoohnya. Sayangnya, talkies  justru semakin bersinar sedangkan bintang Pickford yang bersikeras bertahan dengan film bisu mulai meredup. Demikian pula halnya dengan George Valentin (Jean Dujardin), seorang aktor populer rekaan Michel Hazanavicius dalam The Artist, yang sangat percaya dengan kekuatan film bisu. Baginya talkies hanya keisengan semata-mata dan akan segera berlalu. Berkat prilaku keras kepalanya, karirnya malah semakin merosot dan bahaya depresi pun mulai membayangi-bayangi kehidupannya.

Read More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 454 other followers